Infrastructure

Testing

Agar berfungsi, setiap perangkat lunak membutuhkan infrastruktur. Pengujian perangkat keras, perangkat lunak, dan jaringan semuanya termasuk dalam proses pengujian infrastruktur. Ini melibatkan pengujian kode apa pun yang mengambil data konfigurasi dari berbagai komponen kerangka TI dan membandingkannya dengan hasil yang diharapkan.

Untuk memastikan bahwa aplikasi TI dan infrastruktur penting disesuaikan untuk memberikan hasil yang terbaik seperti, kemampuan beradaptasi, kualitas yang mumpuni, aksesibilitas, kinerja, dan skalabilitas, pengujian ini mencakup latihan dan proses pengujian. Tujuannya adalah untuk memeriksa konektivitas antara alat pengujian, lingkungan pengujian, dan lingkungan kantor.

Manfaat dari melakukan Infrastructure Testing adalah sebagai berikut:

  • Meningkatkan Keandalan Sistem

Dengan melakukan Infrastructure Testing secara berkala, perusahaan dapat mengidentifikasi masalah atau kerentanan dalam sistem dan segera mengatasi sebelum menjadi masalah yang lebih besar. Hal ini dapat meningkatkan keandalan sistem dan mengurangi risiko downtime.

  • Meningkatkan Keamanan Sistem

Infrastructure Testing juga dapat membantu perusahaan untuk mengidentifikasi celah keamanan dalam sistem. Hal ini akan memungkinkan perusahaan untuk mengambil tindakan yang diperlukan untuk memperkuat sistem dan mencegah serangan cyber.

  • Meningkatkan Efisiensi Operasional

Dengan melakukan Infrastructure Testing secara berkala, perusahaan dapat mengidentifikasi dan mengatasi masalah pada sistem lebih cepat. Hal ini dapat meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi waktu yang diperlukan untuk memperbaiki masalah pada sistem.

  • Meningkatkan Kepuasan Pelanggan

Dengan memiliki sistem yang andal dan aman, perusahaan dapat memberikan layanan yang lebih baik kepada pelanggan. Hal ini dapat meningkatkan kepuasan pelanggan dan memperkuat citra perusahaan.

  • Mengurangi Biaya

Dengan mengidentifikasi dan mengatasi masalah pada sistem lebih cepat, perusahaan dapat mengurangi biaya yang dikeluarkan untuk memperbaiki masalah pada sistem. Hal ini juga dapat membantu perusahaan untuk menghindari kerugian yang disebabkan oleh downtime atau serangan cyber.