Mutu dan Produktivitas
Beda ISO 27001 dan ISO 22301: Kapan Masing-Masing Standar Berperan?

Pertanyaan ini cukup sering muncul dari organisasi yang sedang merencanakan peta jalan sertifikasi. Apa sebenarnya perbedaan mendasar antara ISO 27001 dan ISO 22301, dan apakah keduanya perlu diterapkan bersamaan di perusahaan?
Jawaban sederhananya seperti ini, ISO 27001 mengelola keamanan informasi, sedangkan ISO 22301 mengelola kelangsungan bisnis. Meskipun benar, namun jawaban tersebut belum mampu memberikan pencerahan bagi organisasi.
Perbedaan sesungguhnya akan terlihat jelas ketika sebuah organisasi merasakan manfaat dari kedua standar tersebut.
Letak Perbedaan ISO 27001 dan ISO 22301
Untuk memahami perbedaan keduanya adalah dengan cara melihat cakupan penyebab dan cakupan tujuannya.
- ISO 27001: Sempit pada penyebab, luas pada tujuan. Standar ini secara spesifik menangani gangguan yang bersumber dari ancaman terhadap keamanan informasi. Namun, meski penyebabnya spesifik, ia melindungi tiga pilar sekaligus: kerahasiaan (confidentiality), integritas (integrity), dan ketersediaan (availability) informasi. Kebocoran data sensitif, manipulasi data yang tidak sah, hingga sistem yang tidak dapat diakses masuk dalam radar utamanya.
- ISO 22301: Luas pada penyebab, sempit pada tujuan. Sebaliknya standar ini mulai dari bencana alam seperti (kebakaran, banjir), gagalnya pemasok, kehilangan personil, hingga serangan siber. Fokusnya pada satu hal yaitu menjamin agar proses bisnis tetap dapat berjalan, apa pun penyebab gangguannya.
Kedua standar ini berdasarkan siklus plan-do-check-act dengan elemen yang sama, bertemu pada aspek ketersediaan, dan di titik pertemuan inilah kebingungan biasanya muncul. Perhatikan tabel berikut ini untuk lebih mudah memahaminya.
|
Aspek |
ISO/IEC 27001 (SMKI) |
ISO 22301 (BCMS) |
|
Cakupan penyebab gangguan |
Terbatas pada ancaman keamanan informasi |
Seluruh gangguan, termasuk yang bukan siber |
|
Dilindungi |
Kerahasiaan data, integritas, ketersediaan informasi |
Keberlangsungan proses bisnis |
|
Pertanyaan utama |
Bagaimana agar sistem terlindungi dan aman tersedia? |
Apa yang dilakukan ketika sistem tidak tersedia? |
Integrasi ISO 27001 dan ISO 22301 (BCMS)
Berikut ini adalah tabel untuk melihat peran keduanya, bagaimana standar ini saling bersinergi satu sama lain:
|
Tahap |
Dilakukan |
Standar yang Berperan |
|
Sebelum insiden |
Kontrol akses, manajemen tambahan keamanan, klasifikasi informasi, kebijakan pencadangan data |
ISO 27001 |
|
Sereangan terdeteksi |
Isolasi sistem, pengumpulan bukti, penentuan tingkat keparahan |
ISO 27001 |
|
Penentuan prioritas |
Penentuan prioritas pemulihan pelayanan, dan jangka waktu berapa lama |
ISO 22301 |
|
Selama sistem lumpuh |
Operasional alternatif: proses manual, lokasi cadangan, penyesuaian tingkat layanan |
ISO 22301 |
|
Pemulihan sistem |
Analisis akar masalah, penutupan celah, keamanan dan penguatan kontrol |
ISO 27001 |
|
Kembali operasi normal |
Verifikasi bahwa proses bisnis telah berjalan pada tingkat yang ditargetkan |
ISO 22301 |
|
Pasca insiden |
Pembelajaran dimasukan ke dalam perbaikan berkelanjutan |
Keduanya |
Perhatikan setiap tahapannya masing-masing standar iso memiliki peran krusial dalam mitigasi insiden dan memulihkan bisnis kembali normal. Baca juga ulasana kami terkait Berapa Lama Bisnis Sanggup Bertahan, Setelah Sistem berhasil Ditembus?
Apakah Organisasi Memerlukan Kedua Standar?
Pertanyaan ini biasanya menjadi inti dari setiap diskusi sertifikasi. Jawaban yang paling jujur akan bergantung pada dua pertimbangan strategis utama:
- Pertama, tekanan regulasi dan pasar. Sebagian regulator, klien korporat, dan lembaga keuangan saat ini sudah mencantumkan sertifikasi tertentu sebagai syarat mutlak dalam proses pengadaan maupun uji tuntas (due diligence). Sering kali, kebutuhan ini menjadi penentu utama.
- Kedua, profil risiko utama organisasi. Perusahaan dengan risiko terbesarnya adalah kebocoran data pelanggan akan memiliki prioritas berbeda dari perusahaan manufaktur yang risiko terbesarnya adalah terhentinya lini produksi akibat kegagalan rantai pasok. Skenario pertama biasanya lebih mendesak untuk menerapkan ISO 27001, sedangkan skenario kedua jauh lebih membutuhkan ISO 22301 karena sumber gangguannya berada di luar ranah keamanan informasi digital.
Hal yang harus dihindari adalah anggapan bahwa penerapan salah satunya sudah mencakup keseluruhan risiko organisasi. Organisasi dengan tingkat keamanan informasi terbaik sekalipun berisiko lumpuh beroperasi selama berminggu-minggu jika tidak pernah menghitung secara presisi berapa lama proses kritis mereka sanggup terhenti.
Dengan Standar ISO 27001 dan 22301 maka sangat memungkinkan organisasi untuk jadi lebih responsif terhadap berbagai tantangan yang akan dihadapi pada masa yang akan datang.
Menentukan Pilihan yang Tepat bersama MBO
Menentukan standar mana yang lebih dahulu diterapkan bukan keputusan teknis, melainkan keputusan berbasis profil risiko dan kewajiban yang melekat pada organisasi.
PT Mitra Berdaya Optima mendampingi organisasi melakukan pemetaan kebutuhan tersebut, mulai dari penilaian kesenjangan terhadap ISO/IEC 27001:2022 untuk sistem manajemen keamanan informasi, hingga penerapan ISO 22301 untuk sistem manajemen kelangsungan bisnis termasuk apabila keduanya perlu diintegrasikan dalam satu kerangka tata kelola.
Hubungi kami untuk mendiskusikan standar mana yang paling sesuai dengan profil risiko perusahaan Anda.
