Kategori

Risiko

Panduan Manajemen Risiko ISO 31000:2018: Prinsip, Kerangka Kerja & Proses

Diposting pada Jumat, 05 April 2024
Social Media Icon 1Social Media Icon 2Social Media Icon 3
3394-1024x683_ywapdL1TX.jpg

Manajemen risiko ISO 31000 merupakan pendekatan pengelolaan risiko yang mengacu pada ISO 31000:2018 Risk management Guidelines. Standar internasional ini memberikan panduan berupa prinsip, kerangka kerja, dan proses untuk mengelola risiko di berbagai jenis organisasi.

Di Indonesia, standar ini telah diadopsi sebagai SNI ISO 31000:2018 Manajemen Risiko – Pedoman. Dalam ISO 31000:2018, risiko didefinisikan sebagai efek ketidakpastian terhadap sasaran. Efek ini dapat bersifat negatif, positif, ataupun keduanya, sehingga risiko tidak hanya berarti ancaman.

Tujuan Utama: Tujuan dari penerapan manajemen risiko menurut ISO 31000:2018 adalah menciptakan dan melindungi nilai organisasi.

Karena berupa pedoman dan bukan standar persyaratan, ISO 31000 tidak dimaksudkan untuk sertifikasi. Organisasi menggunakannya sebagai acuan untuk merancang serta menilai praktik manajemen risiko, sekaligus mengintegrasikannya ke dalam sistem manajemen lain seperti ISO 9001, ISO 14001, ISO 45001, atau ISO/IEC 27001.

3 Komponen Utama ISO 31000:2018

ISO 31000 menyusun tata kelola risiko ke dalam tiga komponen yang saling berkaitan:

  • Prinsip sebagai fondasi dasar.
  • Kerangka Kerja untuk mengintegrasikan manajemen risiko ke dalam struktur organisasi.
  • Proses untuk menjalankan pengawasan dan mitigasi risiko sehari-hari.

8 Prinsip Manajemen Risiko ISO 31000:2018

Pada revisi 2018, sebelas prinsip dari edisi 2009 disederhanakan menjadi delapan prinsip utama. Prinsip-prinsip ini menggambarkan karakteristik manajemen risiko yang efektif:

  • Terintegrasi: Menjadi bagian menyatu dari seluruh aktivitas organisasi, bukan unit terpisah.
  • Terstruktur dan Komprehensif: Dijalankan secara sistematis agar menghasilkan output yang konsisten dan dapat dibandingkan.
  • Disesuaikan (Customized): Kerangka kerja dan proses diselaraskan dengan konteks internal, eksternal, dan sasaran organisasi.
  • Inklusif: Melibatkan pemangku kepentingan secara tepat waktu agar pandangan dan pengetahuan mereka dipertimbangkan.
  • Dinamis: Mampu menganticipasi, mendeteksi, dan merespons perubahan konteks secara cepat.
  • Informasi Terbaik yang Tersedia: Memanfaatkan data historis, informasi terkini, serta proyeksi masa depan dengan menyadari batas ketidakpastiannya.
  • Faktor Manusia dan Budaya: Mengakui bahwa perilaku dan budaya organisasi berpengaruh signifikan pada manajemen risiko.
  • Perbaikan Berkelanjutan: Terus ditingkatkan melalui proses pembelajaran dan pengalaman berulang.

Kerangka Kerja Manajemen Risiko (Risk Framework)

Kerangka kerja membantu organisasi mengintegrasikan pengelolaan risiko ke dalam fungsi tata kelola dan pengambilan keputusan.

Komponen ini berpusat pada Kepemimpinan dan Komitmen, yang menggerakkan lima elemen dalam satu siklus berkesinambungan:

  • Kepemimpinan dan Komitmen: Manajemen puncak memastikan integrasi risiko, menetapkan kebijakan, menyediakan sumber daya, dan membagi akuntabilitas.
  • Integrasi: Menyatu dalam struktur tata kelola dan proses bisnis.
  • Desain: Memahami konteks, menyatakan komitmen, menetapkan peran, serta menyiapkan alur komunikasi dan konsultasi.
  • Implementasi: Melaksanakan rencana manajemen risiko dalam pengambilan keputusan praktis.
  • Evaluasi: Mengukur efektivitas kerangka kerja secara berkala terhadap indikator keberhasilan.
  • Perbaikan:Menyesuaikan dan meningkatkan kerangka kerja secara berkelanjutan.

Catatan: Meskipun sepintas mirip dengan siklus PDCA, ISO 31000 menegaskan bahwa kerangka kerja ini bukan menetapkan sistem manajemen baru, melainkan membantu mengintegrasikan manajemen risiko ke sistem yang sudah berjalan di organisasi.

6 Elemen Proses Manajemen Risiko ISO 31000

Proses manajemen risiko terdiri dari elemen yang berjalan secara kontinu serta elemen yang dijalankan secara berurutan:

  1. Komunikasi dan Konsultasi: Berjalan sepanjang proses untuk membantu pemangku kepentingan memahami risiko dan alasan di balik tindakan tertentu.
  2. Pemantauan dan Tinjauan: Berjalan terus-menerus untuk memastikan efektivitas desain dan hasil proses.
  3. Cakupan, Konteks, dan Kriteria: Menetapkan batasan proses, memahami situasi internal/eksternal, serta menetapkan kriteria risiko.
  4. Penilaian Risiko (Risk Assessment):
    • Identifikasi Risiko:Menemukan, mengenali, dan menguraikan risiko.
    • Analisis Risiko: Memahami sifat dan tingkat risiko.
    • Evaluasi Risiko: Membandingkan hasil analisis dengan kriteria risiko untuk menentukan tindakan.
  5. Perlakuan Risiko (Risk Treatment): Memilih dan menerapkan opsi penanganan risiko.
  6. Pencatatan dan Pelaporan: Mendokumentasikan hasil untuk komunikasi dan pengambilan keputusan.

Klarifikasi Penting: Penilaian risiko (risk assessment) hanya mencakup identifikasi, analisis, dan evaluasi. Perlakuan risiko, pemantauan, serta pelaporan adalah elemen proses terpisah. Pembedaan ini mencegah organisasi berhenti bekerja hanya setelah daftar risk register selesai disusun.

Opsi Perlakuan Risiko: Mengambil Risiko untuk Peluang

ISO 31000:2018 memberikan berbagai opsi perlakuan risiko:

  • Menghindari risiko dengan tidak memulai/melanjutkan aktivitas terkait.
  • Mengambil atau menambah risiko untuk mengejar peluang.
  • Menghilangkan sumber risiko.
  • Mengubah kemungkinan terjadinya.
  • Mengubah konsekuensi.
  • Berbagi risiko (melalui kontrak atau asuransi).
  • Menahan risiko berdasarkan keputusan terinformasi.

Pendekatan ini menegaskan bahwa risiko tidak selalu harus dikurangi, tetapi bisa diambil secara sadar demi mencapai peluang pertumbuhan.

Memahami Istilah: Selera Risiko vs. Kriteria Risiko

Banyak praktisi mencampuradukkan istilah risk appetite dengan standar ISO 31000\. Berikut adalah perbandingannya berdasarkan standar acuannya:

Istilah

Sumber Standar

Fungsi Utama

Selera Risiko (Risk Appetite)

SNI ISO Guide 73:2016; COSO ERM

Batas umum jumlah dan jenis risiko yang bersedia dikejar/dipertahankan organisasi.

Toleransi Risiko (Risk Tolerance)

SNI ISO Guide 73:2016

Kesiapan menanggung risiko tertentu setelah tindakan perlakuan.

Kriteria Risiko (Risk Criteria)

ISO 31000:2018

Acuan langsung untuk mengevaluasi signifikansi risiko dan menentukan tindakan.

ISO 31000:2018 sendiri tidak menggunakan istilah selera risiko secara eksplisit, melainkan berfokus pada kriteria risiko. Namun, merumuskan selera risiko di tingkat organisasi lalu menerjemahkannya ke dalam kriteria risiko saat evaluasi merupakan praktik campuran yang wajar dan efektif.

Status Versi Terbaru ISO 31000

Saat ini, ISO 31000:2018 masih menjadi edisi yang berlaku.

Proyek revisi edisi ketiga telah disetujui oleh ISO/TC 262 pada Oktober 2024, dan draf komitenya (ISO/CD 31000) dibuka untuk komentar hingga 1 Maret 2026\. Belum ada tanggal rilis resmi untuk edisi baru tersebut. Untuk kosakata manajemen risiko, standar internasional terbaru yang berlaku adalah ISO 31073:2022.

Bagi organisasi, tidak ada perubahan mendesak yang perlu dilakukan saat ini tetap gunakan acuan ISO 31000:2018 sambil memantau perkembangan revisinya.

Implementasi dan Integrasi di Organisasi

Penerapan ISO 31000 yang efektif umumnya menggabungkan dua arah:

  • Top-down: Diskusi tingkat direksi untuk menentukan konteks, sasaran, dan risiko tingkat tinggi.
  • Bottom-up: Penilaian risiko oleh setiap pemilik proses (process owner) di unit kerja.
  • Penyelarasan: Rangkuman menjadi profil risiko organisasi yang disetujui pimpinan.

Langkah selanjutnya adalah mengintegrasikannya ke dalam tata kelola operasional, seperti memenuhi persyaratan risiko dan peluang di ISO 9001:2026 maupun asesmen keamanan informasi pada ISO/IEC 27001. Karena bukan merupakan standar sertifikasi, kesesuaian penerapan ISO 31000 dievaluasi melalui audit atau asesmen manajemen risiko khusus.

Kesimpulan

ISO 31000:2018 menyediakan landasan komprehensif melalui prinsip, kerangka kerja, dan proses untuk membantu organisasi mengambil keputusan yang lebih tepat di tengah ketidakpastian.

Mitra Berdaya Optima siap mendampingi organisasi Anda dalam merancang, menilai, dan mengimplementasikan manajemen risiko berbasis ISO 31000, serta mengintegrasikannya secara lancar ke dalam sistem manajemen mutu maupun keandalan operasional.

Konsultasikan kebutuhan organisasi Anda bersama tim ahli kami untuk membangun tata kelola risiko yang berdampak nyata.

Banner Image Mitra Berdaya Optima
Logo MItra Berdaya Optima
PT Mitra Berdaya Optima

Yogyakarta Office

Partner Space Coworking
Jalan Dladan No. 98 Tamanan, Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55191

Jakarta Office

Jalan Mampang Prapatan Raya No.73A Lantai 3 Jakarta Selatan 12790

Ikuti Kami

Social Media Icon 1Social Media Icon 2Social Media Icon 3Social Media Icon 4Social Media Icon 5

Berlangganan Newsletter

Dapatkan insight terbaru seputar manajemen organisasi, tata kelola perusahaan, dan keamanan informasi langsung di email Anda.

Dengan berlangganan, Anda menyetujui Pemberitahuan Privasi kami.

© Hak Cipta 2026 PT Mitra Berdaya Optima - Semua Hak Dilindungi